Arsip Kata Kunci | transitional justice

Lesung ‘Die Verlorene Heimat’ mit Martin Aleida, 21.-28. November 2017

Lesung ‘Die Verlorene Heimat’ mit Martin Aleida, 21.-28. November 2017


Maaf, halaman ini tidak ada dalam bahasa Indonesia.
Versi Bahasa Jerman

Posted on 00:36 in Aktivitas, Feature, Keadilan dan Hukum, Sejarah & Tinjauan, Hak Asasi Manusia, Indonesia, Kampanye, Transitional Justice
Tags: , , , , , , , , ,
Human Rights in West Papua 2017

Human Rights in West Papua 2017


Maaf, halaman ini tidak ada dalam Bahasa Indonesia.
Versi Bahasa Inggris

Posted on 02:41 in Studi dan Laporan bersama, Hak Asasi Manusia, Indonesia, Tanah & Hak Masyarakat Adat, Pertambangan, Papua, Kebebasan Pers, Publikasi, Hutan hujan, Studi , Lingkungan Hidup & Klima
Tags: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,
Peu haba Aceh? Apa kabar, Indonesia?

Peu haba Aceh? Apa kabar, Indonesia?


Maaf, halaman ini tidak ada dalam bahasa Indonesia.
Versi Bahasa Jerman

Posted on 06:12 in Aceh, Aktivitas, Program Kunjungan, demokrasi, Hak Asasi Manusia, Indonesia, Publikasi, Konflik Regional, sektor keamanan dan pertahanan, Masyarakat & Agama, Studi , Transitional Justice
Tags: , , , , , , , , , , ,
Displacement, conflict and life:  Legacies of impunity in present-day Timor-Leste and Indonesia

Displacement, conflict and life: Legacies of impunity in present-day Timor-Leste and Indonesia


Maaf, halaman ini tidak ada dalam bahasa Indonesia.
Versi Bahasa Inggris

Posted on 22:39 in Aktivitas, Keadilan dan Hukum, Sejarah & Tinjauan, Sejarah & Tinjauan, Hak Asasi Manusia, Hak Asasi Manusia, Indonesia, Timor Leste, Timor Timur, Transitional Justice
Tags: , , , , , , ,
Benarkah PBB Sebut Wiranto Penjahat HAM?

Benarkah PBB Sebut Wiranto Penjahat HAM?


Rimanews.com, 28 September 2016

Reporter: Dhuha Hadiansyah

Rimanews – Di antara menteri hasil reshuffle jilid II yang paling mengundang kontroversi adalah Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto.

Sepak terjang masa lalu di militer menjadi alasan utama resistensi tersebut. Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) mengatakan nama Wiranto masuk di dalam sebuah laporan khusus setebal 92 halaman yang dikeluarkan oleh Pengadilan Distrik Dili yang disponsori Badan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di bawah mandat “Serious Crimes ... baca semuanya

Posted on 19:13 in demokrasi, Hak Asasi Manusia, Hak Asasi Manusia, Indonesia, Timor Leste, Timor Timur, Publikasi, sektor keamanan dan pertahanan, Transitional Justice, Transitional Justice, Watch Indonesia! dalam Media
Tags: , , , , , , , ,
Indonesien-Tribunal bricht das Schweigen

Indonesien-Tribunal bricht das Schweigen


Maaf, halaman ini tidak ada dalam bahasa Indonesia.
Versi bahasa Jerman

Posted on 20:13 in demokrasi, Keadilan dan Hukum, Sejarah & Tinjauan, Hak Asasi Manusia, Indonesia, Transitional Justice
Tags: , , , , ,
Tribunal a necessity for truth and reconciliation

Tribunal a necessity for truth and reconciliation


Maaf, halaman ini tidak ada dalam bahasa Indonesia.

Versi bahasa Inggris

Posted on 12:14 in Sejarah & Tinjauan, Hak Asasi Manusia, Indonesia, Publikasi, Masyarakat & Agama, Transitional Justice, Watch Indonesia! dalam Media
Tags: , , , , , , , , , , ,
The Struggle against Impunity in Indonesia

The Struggle against Impunity in Indonesia


Maaf, halaman ini tidak ada dalam bahasa Indonesia.
Versi bahasa Inggris

Posted on 22:14 in Aktivitas, Keadilan dan Hukum, Hak Asasi Manusia, Hak Asasi Manusia, Indonesia, Kegiatan Terbaru, Timor Leste, Timor Timur, Publikasi, Studi , Transitional Justice, Transitional Justice, Kegiatan Lama, Studi dan Laporan Watch
Tags: , , , , , , , , ,
Der vergessene Massenmord

Der vergessene Massenmord


Maaf, halaman ini tidak ada dalam bahasa Indonesia.
Versi bahasa Jerman

Posted on 20:55 in demokrasi, Sejarah & Tinjauan, Hak Asasi Manusia, Indonesia, Publikasi, Transitional Justice, Watch Indonesia! dalam Media
Tags: , , , , , , , , , , , , , , , , , ,
Aufruf zur Unterschriftenaktion: Der Massenmord von 1965 in Indonesien muss staatlich anerkannt und aufgearbeitet werden!

Aufruf zur Unterschriftenaktion: Der Massenmord von 1965 in Indonesien muss staatlich anerkannt und aufgearbeitet werden!


Maaf, halaman ini tidak ada dalam bahasa Indonesia.
Versi bahasa Jerman

Posted on 18:04 in Aktivitas, demokrasi, Siaran Pers & Pernyataan Sikap Bersama, Hak Asasi Manusia, Indonesia, Kampanye, Kegiatan Terbaru, Siaran Pers, Publikasi, Transitional Justice
Tags: , , , , ,
12345...10...13 »

Aksi!


Hutan Hujan Bukan Minyak Sawit



Petisi


Acara mendatang

Menyusul kami



UA-74856012-1