RADAR KEDIRI, Senin, 11 Sept 2006

 

Sutjipto: Sutrisno Takut Kuwalat


Reuni di SMAN 1 Bareng KSAU KEDIRI- Meski Sekjen DPP PDIP Pramono Anung membuka peluang untuknya, niat Bupati Sutrisno untuk macung gubernur tampaknya akan direvisi. Hal ini ditegaskan oleh Ketua DPP PDIP Sutjipto. Menurutnya, bupati Kediri yang terpilih untuk periode kedua itu sudah mengklarifikasi hal tersebut langsung kepadanya.

„Pak Tris sudah telepon langsung kepada saya. Katanya, kalau saya maju, beliau tidak akan maju. Takut kuwalat. Begitu bahasa yang disampaikan kepada saya,“ ujar Sutjipto kepada Radar Kediri di sela-sela reuni akbar SMAN 1 Kediri, Sabtu malam lalu.

Seperti diberitakan, sebelumnya, Pramono membuka peluang untuk semua kandidat yang ingin masuk melalui PDIP. Termasuk, kepada Sekdaprov Soekarwo maupun Bupati Sutrisno. Hasilnya akan ditentukan dalam polling dan penjaringan.

Sutjipto sendiri menegaskan untuk tetap maju dalam pencalonan gubernur Jawa Timur. Kata dia, itu bukan didasari ambisi pribadi. Melainkan, lebih karena dorongan teman-temannya. Terutama dari para kader internal partai. „Pengalaman yang sudah-sudah, kalau mencalonkan orang luar atau kader pasif, habis pilihan ya sudah. Lupa,“ kata alumnus SMAN 1 angkatan 1965 ini.

Meski demikian, Sutjipto menyerahkan prosesnya pada rakerdasus DPD PDIP Jatim. Siapapun yang terpilih di forum internal partai itu akan dihormati.

Lalu, seperti Sutrisno, apakah juga sudah ada komunikasi dengan Soekarwo? Sutjipto yang dulu sering berjalan kaki dari Ngadisimo ke SMAN 1 itu menggelengkan kepala. „Saya kira dia tidak akan masuk lewat PDIP, tetapi justru lewat partai lain,“ tuturnya.

Soal resistensi dari sejumlah DPC yang merasa tidak suka terhadapnya, Sutjipto juga langsung menampik. Dia khawatir hal itu hanya merupakan fitnah yang sengaja diembuskan kepadanya. „DPC mana? Kediri dan sekitarnya sudah (mendukung). Mungkin tinggal Pacitan dan Malang. Malang pun hanya Pak Peni, yang lain tidak,“ tandasnya.

Sementara itu, reuni akbar SMAN 1 dihadiri ribuan alumnusnya mulai 1946-2005. Selain Sutjipto, beberapa alumnus yang datang antara lain KSAU Marsekal Herman Prayitno, mantan Dirjen Pajak Hadi Purnomo, Sekjen DPP PDIP Pramono Anung, dan Pipit Rochiyat Kartawidjaja (presidium Watch Indonesia, Berlin dan presiden KIPP Eropa 1997-2004).

Herman yang angkatan 1969 akhirnya terpilih sebagai ketua pengurus pusat paguyuban alumni periode 2006-2011. „Berada di sini seakan kembali ke masa SMA. Senang melihat beberapa guru ternyata masih sehat,“ kata Herman. „Tetapi, saya hampir lupa dengan wajah teman-teman saya. Makanya tadi sempat kaget karena mereka sudah jauh berbeda,“ lanjutnya yang kemarin pagi langsung kembali ke Jakarta.

Yang menarik, Sutjipto sempat dikerjai Niniek, teman sekelasnya dulu. Saat hendak bersalaman, dia sempat membalik papan nama kertas yang tergantung di dadanya. „Coba tebak, saya siapa?,“ tanyanya. Ternyata, Sutjipto masih ingat betul. „Saya pikir dia sudah lupa dengan saya, ternyata masih ingat,“ kata Niniek kepada Radar Kediri. (ut)
 

Zurück zur Hauptseite Watch Indonesia! e.V. Back to Mainpage