Acara dan Pertemuan:
Laporan dan Publikasi:
Keberhasilan lokakarya khususnya terlihat pada makalah-makalah yang
berbobot, diskusi lancar dan terarah serta tingkat perhatian peserta yang
tinggi. Maka itu, penyelenggara dan peserta sepakat untuk mengadakan pertemuan
rutin serupa setiap tahun.
Andre Borgerhoff, DOTG.
Keterangan Pers Robin Wood:
Inggris: http://www.umwelt.org/robin-wood/german/presse/041206en.htm
Aksi surat Rettet den Regenwald: Contoh surat untuk dikirim ke gubernur propinsi Riau dan penanggung jawab politik lainnya yang isinya mengecam pemberian konsesi pada APRIL: http://www.regenwald.org
Factsheet dari Friends of the Earth Finlandia seputar kasus konsesi
hutan rawa gambut di Riau: http://www.maanystavat.fi/april
LSM di Timor Timur, Indonesia dan seluruh dunia yang tidak mengakui keberadaan komisi kebenaran dan persahabatan Indonesia-Timor Timur telah melayangkan permintaan pada Sekjen Kofi Annan supaya Komisi Pakar PBB segera dibentuk dan mulai bekerja. Pembentukan komisi kebenaran dan persahabatan Indonesia – Timor Timur dicurigai dipakai sebagai kedok untuk menghilangkan jejak Indonesia dalam aksi pelanggaran HAM di Timor Timur. Pemberlakuan komisi persahabatan hanya akan memperkokoh impunitas dan melindungi para pelaku kejahatan perang, demikian pernyataan Aliansi Nasional Timor Timur untuk Tribunal Internasional (ANTL), suatu koalisi organisasi-organisasi HAM, perempuan dan korban: "Melalui cara itu, kedua pemerintah juga menunjukkan bahwa mereka tidak memperdulikan pengkajian juridis oleh Serious Crimes Unit maupun hasil kerja Komisi Kebenaran dan Rekonsiliasi di Timor Timur (CAVR) selama ini."
Komisi kebenaran dan persahabatan yang terbentuk, menurut organisasi HAM berpengaruh di Indonesia, adalah bukti kemunduran dalam upaya memperkuat aparat hukum dan prinsip HAM di kedua negara. Komisi Persahabatan dicurigai merupakan hasil kompromi guna lepas tanggung jawab dari kewajiban melakukan penyidikan pelanggaran HAM di Timor Timur tahun 1999. Komisi tersebut semata-mata adalah cerminan kepentingan politik kedua negara dan bukannya lahir dari keinginan untuk memberikan keadilan pada para korban dan masyarakat kedua negara.
International Federation for East Timor (IFET) yang terdiri dari 35 organisasi dari 23 negara, juga Watch Indonesia!, mendesak Sekjen PBB Kofi Annan, supaya segera mengirim komisi pakar PBB guna memenuhi kewajiban memperjuangkan keadilan dan menentang terjadinya impunitas di Timor Timur: "Nama-nama sudah disebut, kebenaran sudah dilaporkan, tinggal kini membawa pihak yang bersalah ke depan pengadilan."
Organisasi pakar hukum Indonesia - Timor Timur Judicial System Monitoring Programm (JSMP) di Timor Timur mengomentari rencana pembentukan komisi persahabatan demikian: "lebih banyak persahabatan, lebih sedikit kebenaran dan impunitas di depan hukum". JSMP ragu, Komisi Persahabatan akan mengidentifikasi atau bawa seorang pun penanggung jawab kejahatan perang ke depan pengadilan. Tahun 1999 Dewan Keamanan PBB melalui resolusi 1272 sudah menyampaikan permintaan untuk membawa ke depan pengadilan para penanggung jawab kejahatan HAM di Timor Timur 1999. Namun, baik pihak Jakarta maupun Dili tidak memenuhi tugasnya. Tidak mengherankan kalau justru saat ini, disaat PBB berencana membentuk komisi pakar PBB, pemerintah Timor Timur dan Indonesia mengumumkan rencana pembentukan Komisi Persahabatan. Bahkan, kedua pemerintahan secara terbuka telah menyampaikan niatnya untuk menghalangi rencana PBB. Hal ini secara khusus seharusnya kembali mengingatkan bahwa, kejahatan terhadap kemanusiaan mesti dinilai sebagai hal tanggung jawab dunia internasional dan bukannya hanya perkara bilateral semata.
Timor Leste National Alliance for International Tribunal
Inggris: http://www.jsmp.minihub.org/Statements/21dec04_Alliance_timor(e).pdf
Bahasa Indonesia: http://www.jsmp.minihub.org/Statements/21dec04_Alliance_timor(b).pdf
JSMP
Inggris : http://www.jsmp.minihub.org/Press%20Release/14jan05_jsmp_truth%20comm_e.pdf
Bahasa Indonesia: http://www.jsmp.minihub.org/Press%20Release/14jan05_jsmp_truth%20comm_b.pdf
NGO Indonesia (HRWG, Elsam, PBHI, Demos, Kontras): Joint Statement Truth and Friendship Commission: http://etan.org/et2004/december/26-31/30ingos.htm
IFET: http://etan.org/ifet/default.htm
http://www.wwf.de/presse/pressearchiv/artikel/02274/index.html
http://www.entwicklung-hilft.de/presse/14jan05.html
Daftar organisasi bantuan dengan kontak alamat dan situs internet dapatkan
di situs Watch Indonesia! : http://www.watchindonesia.org/Tsunami_relief.htm
Informasi Kementrian Jerman untuk Kerjasama Ekonomi (BMZ) mengenai kegiatannya
seputar bencana tsunami:
http://www.bmz.de/de/presse/nl/newsletter02/index.html
Informasi Kementrian Luar Negeri Jerman mengenai bantuan Jerman:
http://www.auswaertiges-amt.de/www/de/seebeben-aktuelles_html
Pemerintah Jerman telah menyetujui bantuan senilai 500 juta Euro untuk negara-negara yang tertimpa bencana tsunami. Jumlah dana yang dikumpulkan masyarakat Jerman kini sudah mencapai 370 juta Euro. Kepada pers, Menlu Jerman Joschka Fischer, menyatakan telah menyampaikan kepada Menlu RI Hassan Wirajuda tentang niat Jerman untuk membantu Indonesia. Hal ini terjadi saat Menlu Wirajuda melakukan kunjungan ke Berlin tanggal 13 Januari lalu. Dua hari sebelumnya, Menlu Fischer telah bertemu dengan Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono di Jakarta. Mengikuti pemberitaan pers, Menlu Fischer disini juga menekankan pentingnya rekonsiliasi di Aceh demi terlaksananya pembangunan ulang. Bantuan dari Jerman telah ditetapkan akan disalurkan khususnya untuk pembangunan ulang sistem kesehatan, infrastruktur dan keperluan pengembangan pendidikan. Selain itu, Menlu RI Wirajuda juga bertemu dengan Menteri Jerman untuk pembangunan Wieczorek-Zeul. Menurut laporan dari Kementrian Jerman untuk Kerjasama Ekonomi (BMZ), pembicaraan juga menyinggung situasi politik di Aceh dan ada kesepakatan bahwa pembangunan berkelanjutan hanya dapat tercapai jika ada perdamaian. Menteri Wieczorek-Zeul, disamping itu, juga menyinggung pentingnya upaya pemerangan korupsi.
http://www.auswaertiges-amt.de/www/de/ausgabe_archiv?archiv_id=6690
http://www.bmz.de/de/presse/pm/presse2005013.html
Tanggal 13 Januari kapal bantuan logistik "Berlin" tiba di Banda Aceh dengan 150 Ton barang bantuan, yang meliputi 30 Ton beras, 75.000 selimut, 2.500 kap tenda dan 10.000 tikar. Semua material ini telah dikumpulkan oleh GTZ dalam waktu dua hari. Kapal "Berlin" dibekali dengan stasiun gawat darurat dan instalasi instalasi pengolahan air minum. Satuan tentara Jerman menitikberatkan bantuan medis, sedangkan Organisasi Bantuan Teknis (Technisches Hilfswerk, THW) membantu dalam hal penyediaan air minum.
http://www.bundeswehr.de/aktuelles/041230_asien.php
http://www.marine.de/katastrophenhilfe
http://www.bmz.de/de/presse/aktuelleMeldungen/20050112Indonesien/index.html
http://www.thw.bund.de/cln_028/nn_244766/DE/content/meldungen/thw__im__ausland/pressemitteilungen/2005/01/meldung__010.html
Melalui pembentukan “Inisiatip kekerabatan” pemerintah Jerman bermaksud
mendukung kerjasama antara masyarakat sipil, pengusaha, masyarakat umum
dan negara-negara bagian Jerman dengan masyarakat umum, lembaga pendidikan
dsb. di kawasan negara-negara yang tertimpa bencana tsunami. Penanggung
jawab politis adalah sebuah komisi dibawah naungan kementrian LN Jerman.
Atas permintaan pemerintah Jerman, InWent - sebuah organisasi pelaksana
kementrian BMZ - membentuk sebuah kantor koordinasi "Rekonstruksi Asia"
dengan bantuan kantor layanan SKEW – "Kommunale Servicestelle - Partnerschaftsinitiative"
(kantor layanan wilayah). Terhitung seluruhnya sudah ada 700 surat
permohonan yang masuk.
http://www.inwent.org/infostellen/koord_asien/index.de.shtml
http://www.inwent.org/partnerschaften
http://www.auswaertiges-amt.de/www/de/aussenpolitik/regionalkonzepte/asien/partnerschaftsinitiative_html
http://www.auswaertigesamt.de/www/de/ausgabe_archiv?archiv_id=6732
Dengan anggaran kementrian BMZ tahun 2005, lembaga Deutscher Akademischer
Austauschdienst (DAAD) menyediakan 300.000 Euro untuk program beasiswa.
Beasiswa ini akan disalurkan melalui perwakilan luar negeri DAAD di Jakarta
bekerja sama dengan universitas-universitas di Indonesia. Stifterverband
für die Deutsche Wissenschaft juga menyediakan 100.000 Euro untuk
beasiswa studi tingkat pasca sarjana.
http://www.epo.de/news/index.php?action=fullnews&id=575
Hal-hal pokok yang dibahas dalam rapat tingkatan UE Dewan Khusus Urusan
Umum dan Hubungan Luar Negri, tanggal 7 Januari, adalah evaluasi situasi
di kawasan bencana tsunami, pernyataan solidaritas dengan para korban dan
penetapan jumlah bantuan senilai 1,5 milyar Euro. Rapat dihadiri oleh para
menteri untuk departemen-departemen luar negeri, politik pengembangan ekonomi
dan kesehatan negara-negara anggota.
http://www.auswaertiges-amt.de/www/de/ausgabe_archiv?archiv_id=6661
Hutan-hutan di Aceh yang ditebang habis dengan cepat adalah korban pencarian profit jangka pendek. Perusahaan kayu tidak peduli aturan tata batas hutan dan tidak segan-segan merusak hutan diluar kawasan konversi. Lahan bekas hutan itu kemudian dijadikan areal hutan tanam industri dan perkebunan kelapa sawit. Kayu diselundupkan ke Malaysia, India dan Cina. Keuntungan dibagi-bagi antar investor raksasa dan para elit korup di Indonesia.
Tingkat perusakan hutan di Indonesia saat ini adalah yang tertinggi di dunia, mencapai 3,8 juta hektar setahun. Prediksi Bank Dunia, Hutan primer dataran Sumatra tahun ini (2005) bisa punah sama sekali. Di Aceh setiap tahunnya ada sekurang-kurangnya 270.000 hektar hutan yang ditebang. Illegal logging juga ada di kawasan taman nasional Gunung Leuser. Padahal kawasan ini tercantum dalam daftar warisan dunia UNESCO dan merupakan tempat bernaung terakhir satwa langka lindung Orang Utan dan harimau Sumatra. Proyek jalan laba-laba Ladia Galaksa sepanjang 1.500 kilometer yang menurut rencana akan menembus taman nasional sudah jelas akan mengakibatkan kehancuran ekosistem Leuser. Hutan yang tinggal tambal sulam itu tidak akan mampu bertahan lama sebagai suatu ekosistem.
Lama sebelum bencana tsunami, Aceh sudah sering ditimpa bencana alam. Selain kebakaran hutan merajalela di kawasan hutan yang rusak dan tanah sangat rentan hujan deras, bencana banjir dan tanah longsor di permulaan tahun 2004 juga sempat merusak tempat tinggal dan lahan pertanian ribuan warga Aceh.
Aktifis pelindung lingkungan hidup berulang kali jadi korban aksi penculikan,
penyiksaan bahkan ada yang mati dibunuh. Tahun 2001 sebuah kubur massal
dengan 14 mayat telah ditemukan di Aceh Selatan. Salah satu korban yang
teridentifikasi diketahui adalah pegawai tetap lembaga penelitian kehutanan
CIFOR di Jawa Barat. Dia dengan tiga koleganya diberitakan tidak pernah
kembali dari penelitian lapangannya. Yang menghebohkan lagi adalah kasus
pelindung alam Bestari Raden yang mendukung upaya mempertahankan cara hidup
tradisionil penduduk asli setempat. Anggota tim pemerintah yang bertugas
mencari informasi mengenai dampak pembangunan proyek Ladia Galaska itu,
suatu hari jadi korban pemukulan oleh sekelompok polisi yang kemudian membakar
rumahnya. Bestari Raden dihadapkan ke pengadilan dengan tuduhan provokasi
kekerasan dan divonis penjara dua setengah tahun.
/ Hans Christian Offer
Publikasi Eye on Aceh dalam bahasa inggris di Watch Indonesia! , 2 Euro
http://fesportal.fes.de/pls/portal30/docs/FOLDER/POLITIKANALYSE/AnaIndonesien.pdf
Joao M. Saldanha: Building the Security Sector in East Timor. The best
defense is the best diplomacy? Paper presented at the Third Europe-Southeast
Asia Forum: Southeast Asian Security: Challenges and Structures, Berlin,
13.-15. Dezember 2004
http://www.swp-berlin.org/common/get_document.php?id=1166&PHPSESSID=8ba755bf796f88cfafeb4f0982408fbb
Frank Feulner: Buku mengenai Timor Timur: Jalan panjang menuju kemerdekaan,
Konrad-Adenauer-Foundation: Auslandsinformationen 12/2004
http://www.kas.de/publikationen/2004/5898_dokument.html
Norbert Eschborn: Indonesia setelah tahun pemilu 2004, muka baru, harapan
baru? Konrad Adenauer Foundation: Auslandsinformationen 12/2004
http://www.kas.de/publikationen/2004/5897_dokument.html
Judicial System Monitoring Programme (JSMP): Overview of the Courts
in East Timor in 2004, Dili, East Timor, 17. Dezember 2004
http://www.jsmp.minihub.org/Reports/jsmpreports/Final%20Report%202004/court%20final%20report%202004(e).pdf
International Crisis Group: Indonesia: Rethinking Internal Security
Strategy, Asia Report No. 90, Jakarta/Brussels, 20. Dezember 2004
http://www.icg.org//library/documents/asia/indonesia/090_indonesia_rethinking_internal_security_strategy.pdf
http://www.icg.org//library/documents/asia/indonesia/090_indonesia_rethinking_internal_security_strategy_web.doc
Kay Moeller & Christian Wagner: Dampak politis bencana Tsunami di
Indonesia dan Sri Lanka, SWP-Aktuell 2005/03, Januari 2005
http://www.swp-berlin.org/common/get_document.php?id=1158
Human Rights Watch World Report 2005 - Indonesia:
http://hrw.org/english/docs/2005/01/13/indone9823.htm
http://hrw.org/wr2k5/pdf/indone.pdf
Human Rights Watch World Report 2005 -East Timor:
http://hrw.org/english/docs/2005/01/13/eastti9825.htm
http://hrw.org/wr2k5/pdf/etimor.pdf
Robin Wood: Mengomentari Paper Union, 6 Desember 2004
http://www.robinwood.de/papierunion
Greenpeace: Investigative Report on APP's Forest Destruction in Yunnan
Inggris: http://www.greenpeace.org.hk/eng/document/APP-Report-English.pdf
Cina: http://www.greenpeace.org.hk/chi/document/APP_Report_CHI.pdf
Robin Wood: Blogs untuk pertukaran informasi mengenai perusahaan kertas
APP dan APRIL: untuk partisipasi kirim email ke: jens.wieting@robinwood.de
http://appwatch.blogspot.com
http://aprilwatch.blogspot.com
Penerbit: Watch Indonesia!
e.V. Bekerjasama dengan Umverteilen! Yayasan untuk Dunia Solidaritas
Redaksi: Alex Flor, Marianne
Klute, Monika Schlicher, Petra Stockmann, Tia Mboeik
Layanan Informasi ini
mendapat dukungan sarana Evangelischer Entwicklungsdienst (EED)
| Zurück zur Hauptseite | Watch Indonesia! e.V. | Back to Mainpage |