Acara dan Pertemuan:
Laporan dan Publikasi:
Sumber: http://www.ems-online.org/partner_laender/f_aktuell.html
Dokumentasi lengkap dalam
bahasa Jerman: http://www.ems-online.org/publik/infobrief2-2004.pdf
Festival Sastra Internasional Berlin ke-4, Pembacaan karya sastra Ayu Utami, 21 September - 2 Oktober 2004, Berlin
Sastrawati kontemporer Ayu Utami bersama ratusan penyair dan penulis dari seluruh dunia memeriahkan acara festival sastra internasional ke-4 di Berlin. Tanggal 27 September (di depan Berliner Ensemble) Ayu Utami membacakan karya utamanya dalam bahasa Indonesia, ditemani pembacaan karyanya versi Jerman oleh seorang seniman. Ayu Utami yang juga dikenal karena analisanya mengenai praktek korupsi rejim Suharto itu, dalam kesempatan lain juga ikut ambil bagian dalam diskusi mengenai korupsi ("Was ist Korruption?") bersama dengan pendiri organisasi Transparency International Peter Eigen. Dalam kesempatan itu, Eigen menyampaikan pandangannya mengenai permasalahan global praktek korupsi.
Memenuhi undangan KBRI di
Berlin, tanggal 29 September Ayu Utami membacakan karya sastra dan memberikan
ceramah mengenai batas antara sastra populer dan sastra „tinggi“ di Indonesia
di depan masyarakat Indonesia di Berlin. Dalam kesempatan itu ia sangat
menyesalkan minat baca di Indonesia yang masih rendah. Pendapatnya mengenai
pergantian kekuasaan di Indonesia yang berlangsung secara damai: “Saya
bangga jadi orang Indonesia”.
Program festival sastra internasional
ke-4 di Berlin:
http://www.literaturfestival.com/bios1_1_5_113.html
Plenum yang diadakan hari
berikutnya dimulai dengan acara peringatan atas meninggalnya pejuang hak
asasi manusia Munir. Sebelumnya, Munir telah direncanakan untuk hadir dan
menjadi pembicara utama dalam pertemuan.
Pertemuan diteruskan dengan
pembacaan makalah mengenai beberapa tema: Suhendra Pasuhuk (Deutsche Welle,
Bonn) menganalisa liku-liku pemilu serta permasalahan yang mungkin akan
dihadapi presiden baru RI SBY. Menurutnya, pemerintah semestinya mengarahkan
perhatiannya pada usaha good governance, restrukturisasi sektor keamanan
dan pertumbuhan ekonomi. Agam Faturrochman dari ICW (Indonesia Corruption
Watch, Jakarta) yang memaparkan kasus Lippo-Bank berusaha membuktikan eratnya
hubungan keterkaitan antara demokrasi dan corporate governance dan bahwa
pemerangan korupsi mesti menjadi bagian dari proses demokratisasi. Kasus
Lippo-Bank di Indonesia telah menjadi penggerak untuk membentuk koalisi
pertama di Indonesia untuk menentang korupsi. Agam juga memperkenalkan
laporan mengenai langkah-langkah reformasi yang tengah diterapkan di satu
kota di Jawa yang nantinya akan dipakai sebagai panduan untuk pemerangan
korupsi oleh SBY. Makalah berikutnya dibawakan oleh Liem Soei Liong (Tapol).
Walaupun ia menyesalkan ketidakberadaan gerakan perdamaian di Indonesia,
ia optimis adanya proses perdamaian di Aceh di waktu mendatang. Dalam makalahnya
mengenai "Peranan organisasi internasional dalam perkembangan demokrasi
dan negara hukum di Indonesia", Liem menekankan pentingnya melakukan langkah
pertama ke arah dialog yang semestinya dilakukan oleh masyarakat sipil.
Usai pembacaan makalah, dibentuklah empat kelompok kerja dengan tema pokok:
hak asasi manusia, reformasi, lingkungan hidup dan kampanye pengurangan
hutang, dimana para panelis dan peserta mendiskusikan kemungkinan-kemungkinan
untuk mengadakan aktivitas.
http://www.umwelt.org/robin-wood/german/presse/040708.htm
http://www.umwelt.org/robin-wood/german/presse/040825.htm
Informasi latar belakang
kampanye Robin Wood: http://www.robinwood.de/urwaldpapier
FES dalam laporan aktual menawarkan analisa padat mengenai kondisi lapangan pekerjaan di Indonesia dan beberapa saran perbaikan situasi. Penekanan upah riil, peningkatan fleksibitas lapangan pekerjaan serta harapan pada konsumen untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi, ternyata bukan solusi yang efektif. Berpatokan pada angka pertumbuhan spekulatif guna menyelesaikan masalah lapangan pekerjaan dari 6-8% oleh Botterweck dinilai sebagai cara yang tidak realistis.
Laporan dalam format PDF
atau Word:
http://www.db.idpproject.org/Sites/idpSurvey.nsf/wCountries/Indonesia
Tahun lalu sekitar 100 pembantu rumah tangga Indonesia mati karena jatuh dari apartemen di Singapura. Kecelakaan di tempat kerja saat menjemur pakaian? Boleh saja diperkirakan bahwa kebanyakan kasus kematian merupakan aksi bunuh diri yang didorong perasaan putus asa. Kejadian lain yang ikut mempengaruhi perhatian masyarakat adalah berita penculikan dua TKI di Irak.
Human Rights Watch (HRW) menjelaskan permasalahan pekerja asing upah rendah dengan mengambil contoh TKI yang bekerja sebagai pembantu rumah tangga di Malaysia. Dari 240.000 pekerja asing upah rendah yang bekerja di Malaysia, 90% berasal dari Indonesia. Untuk negara Indonesia, TKI Indonesia merupakan sumber pemasukan devisa yang penting nilainya, sementara Malaysia tetap meneruskan ancamannya untuk kirim paksa ratusan ribu pekerja asing illegal kembali ke Indonesia. Dalam laporan setebal 112 halaman, HRW mendokumentasi berbagai bentuk penganiayaan pembantu rumah tangga, menunjuk pada konvensi internasional dan tanggung jawab pemerintah di Kuala Lumpur dan Jakarta. Laporan diakhiri dengan beberapa saran untuk kedua pemerintahan dan aktor internasional.
http://hrw.org/reports/2004/indonesia0704/
Brosur satuan dapatkan tanpa
biaya di Justitia et Pax, Kaiserstraße 161, 53113 Bonn,
Justitia-et-Pax-Deutschland@dbk.de,
http://www.justitia-et-pax.de
Laporan ICG: Indonesia Backgrounder: Kenapa Salafisme dan Terorisme tidak selalu cocok, Asia Report No. 83, 13 September 2004
Dalam publikasi terbarunya
berjudul “Why Salafism and Terrorism Mostly Don't Mix”, International Crisis
Group (ICG) menarik kesimpulan bahwa sejumlah besar kelompok Salafi di
Indonesia menolak organisasi-organisasi semacan Jemaah Islamiyah (JI).
Menurut ICG, Salafisme bahkan justru menyulitkan penyebarluasan aksi-aksi
militan jihad. Yang dimaksud dengan Salafisme disini adalah suatu haluan
dalam Islam yang anggotanya bertujuan kembali ke ajaran Islam murni – seusai
dengan penghayatannya. Studi ICG memberikan informasi latar belakang umum
mengenai Salafisme dan gerakan yang ada di Indonesia.
Bahasan pokok lainnya adalah
cara penyebaran ajaran, sumber keuangan dan konflik serta batasan antar
berbagai kelompok dalam badan haluan itu. Perhatian mendalam diarahkan
pada peranan Jafar Umar Thalib, pemimpin Laskar Jihad. Menarik untuk diketahui
adalah penemuan bahwa seruan untuk membubarkan Laskar Jihad berasal dari
Arab Saudi dan terjadi sebelum aksi pemboman di Bali. Lampiran studi sangat
padat informasi, antara lain daftar lembaga-lembaga Salafis dan alamat
orang-orang utama dari gerakan murni Salafisme.
UNDP Timor-Leste: The Community Reconciliation Process of the Commission for Reception, Truth and Reconciliation, Piers Pigou, April 2004
United Nations Development Program (UNDP) mendukung kerja komisi kebenaran Timor Timur (CAVR) tidak hanya secara finansiil, tapi juga dalam isi kerjanya. Piers Pigou mengevaluasi proses rekonsiliasi yang dibimbing komisi kebenaran dengan tujuan, mendukung komisi dalam melakukan analisa hasil kerjanya. Keberhasilan memadukan hukum formal dan tradisionil guna mencapai mekanisme solusi konflik membuat proses rekonsiliasi untuk aksi kejahatan ringan di Timor Timur layak jadi model untuk negara lain. Melalui cara kerja yang terbuka untuk masyarakat umum dan partisipasi tinggi, para pelaku kejahatan dapat menjalankan rekonsiliasi dengan para korban, serta berkesempatan untuk re-integrasi ke kehidupan di desa asalnya. Cara ini diikuti suatu „perjanjian“ yang kemudian diregistrasi di pengadilan. Penduduk desa diberikan informasi mengenai penyebab konflik dan latar belakang kejadian. Walaupun masih banyak pekerjaan yang belum diselesaikan, keberhasilan kerja komisi kebenaran ternyata jauh lebih baik dari yang dibayangkan. Saran Pigou, pekerjaan ini mesti diteruskan, walaupun CAVR berhenti bertugas (April 2004). Kritiknya ditujukan pada ketidakadilan yang menyulitkan pekerjaan rekonsiliasi: banyak kasus kejahatan berat tahun 1999 yang tidak diadili, pelanggaran HAM tahun 1974- 1998 selama ini juga tidak disidik oleh kejaksaan.
http://www.jsmp.minihub.org/Reports/otherresources/UNDP_ReportOnCRP%5B1%5D.pdf
Governance and Poverty
Reduction: Evidence from Newly Decentralized Indonesia, SMERU Research
Institute, 2004; 40 halaman; (GTZ)
http://www.gtzsfdm.or.id/documents/library/on_ind/Gobernance_PovertyReduction_SMERUMarch04.pdf
The Economics of Democracy:
Financing Human Development in Indonesia, 2004; 217 halaman (UNDP; BAPPENAS)
http://www.undp.or.id/pubs/ihdr2004/ihdr2004_full.pdf
Amnesty International: Indonesia: New military operations, old patterns of human rights abuses in Aceh (Nanggroe Aceh Darussalam, NAD), AI Index: ASA 21/033/2004, 7 October 2004 http://web.amnesty.org/library/index/engasa210332004
Human Rights Watch: Aceh
at War: Torture, Ill-Treatment, and Unfair Trials, Vol. 16, No. 11(C),
September 2004 http://hrw.org/reports/2004/indonesia0904/
Progress report of the Secretary-General on the United Nations Mission
of Support in East Timor (for the period from 29 Apr to 13 Aug 2004); August
2004; 14 halaman (Reliefweb)
http://www.reliefweb.int/library/documents/2004/unsc-tls-13aug.pdf
Buku- buku baru di Watch Indonesia!
Pipit R. Kartawidjaja: Catatan Atas Pemilu Legislatif 2004; Inside, Strategic Studies 777, Watch Indonesia!, o.O., September 2004 , 112 halaman. Pemilu di Indonesia sudah berlalu. Ketidakpuasan terhadap sistem baru, pembagian kursi, registrasi para calon mengangkat keiinginan untuk merubah kembali sistem Pemilu. Dalam buku terbarunya Pipit Kartawidjaja (alias Pipit We Kusumah) membuktikan kelemahan teknis setiap sistem Pemilu, serta memberikan saran dan cara-cara perbaikan di lapangan.10 Euro.
Abdullah Saleh (ed.) et al.: Usaha untuk Tetap Mengenang. Kisah-kisah Anak-anak Korban Peristiwa 65, Pengantar: M.M. Billah, Jakarta und Yogyakarta: Yappika, Jendela Budaya, Hidup Baru, Nopember 2003, 182 halaman. Peristiwa mencekam 1965 menghantui orang Indonesia secara keseluruhan dan keluarga generasi ke-2 dan ke-3 dari korban peristiwa 1965 secara khusus. Publikasi ini merupakan karya pertama yang mengangkat cerita anggota keluarga para korban orang komunis yang menderita akibat diskriminasi dan stigma komunis. Kesaksian mereka menunjukkan, peristiwa 1965 sampai saat ini masih membebani pikiran dan perasaan masyarakat Indonesia. Kata pengantar (45 halaman) mengenai dampak situasi dan psikologis dibawakan oleh M.M. Billah, Anggota Komnas HAM. 5 Euro.
Eye on Aceh: We are the Victims and the Witnesses: Women of Aceh / Korban dan Kesaksian: Perempuan Aceh, Eye on Aceh, Sydney, Australia, April 2004, 38 halaman, Inggris/ Indonesia. Kekerasan terhadap perempuan yang oleh militer dijadikan alat intimidasi, di tahun 2003/2004 terlihat meningkat, walaupun janji pemerintah Indonesia saat menerapkan UU darurat perang Mei 2003 adalah merebut hati dan pikiran orang Aceh. 1,5 Euro.
Eye on Aceh: Fear in the Shadows: Militia in Aceh / Ketakutan dalam Bayangan: Milisi di Aceh, Eye on Aceh, Juli 2004, 62 halaman, Inggris/ Indonesia. Publikasi berisi latar belakang dan mekanisme merekrut anggota milisi. 2 Euro.
Pramoedya Ananta Toer: Perawan Remaja dalam Cengkeraman Militer. Seri Catatan Pulau Buru, Jakarta: Kepustakaan Gramedia Populer, edisi ke-3 2003 (edisi pertama 2001), € 5,00 Tahanan politik di pulau Buru sering mengetahui keberadaan beberapa perempuan Jawa di pulau itu, yang hidup dalam kondisi mengenaskan. Pramoedya menelusuri nasib perempuan- perempuan, yang semasa muda dibawa tentara Jepang ke pulau itu dan dipaksa jadi wanita penghibur. Naskah tulisan yang ditulis Pramoedya selama berada di pulau Buru itu sempat hilang 20 tahun dan baru ditemukan kembali tahun 2000. 5 Euro.
Forum Sosial Jakarta: Sepuluh Agenda Rakyat untuk Meraih Keadilan, Jakarta 2004. Mengajak Rakyat (atau masyarakat sipil) memerangi sendiri akar permasalahan krisis di Indonesia sebagai reaksi atas ketidakmampuan pemimpin politik. Tulisan didukung organisasi dan pribadi terkemuka dari tengah-tengah masyarakat luas. Jaminan: 1 Euro.
Pipit R. Kartawidjaja: Matematika Pemilu, Jakarta: Inside, Januari 2004, 55 halaman. Memahami penghitungan suara pemilu dengan metodika matematik – buku panduan untuk mereka yang ingin mengenali kekhasan Pemilu Indonesia. 4 Euro.
Pipit Rochijat Kartawidjaja: Alokasi Kursi. Kadar Keterwakilan Penduduk dan Pemilih, Jakarta: Elsam 2003, 232 halaman. Tanya jawab mengenai sistem Pemilu baru. 6 Euro.
Pipit R. Kartawidjaja dan
Mulyana W. Kusumah: Kisah Mini Sistem Kepartaian, Jakarta: Closs 2003,
311 halaman. Studi perbandingan mengenai sistem kepartaian dan pembentukan
partai. 6 Euro.
Buku lainnya: http://www.watchindonesia.org/books.htm
Acara-acara aktual:
Acara-acara aktual mengenai
Indonesia dan Timor Timur dapat dibaca di homepage:
http://www.watchindonesia.org/Kalender.htm
Penerbit: Watch Indonesia!
e.V. Bekerjasama dengan Umverteilen! Yayasan untuk Dunia Solidaritas
Redaksi: Alex Flor, Marianne
Klute, Monika Schlicher, Oliver Venz, Petra Stockmann, Tia Mboeik
Layanan Informasi ini
mendapat dukungan sarana Evangelischer Entwicklungsdienst (EED)
| Zurück zur Hauptseite | Watch Indonesia! e.V. | Back to Mainpage |