Bagaimana otonomi dapat menjadi solusi untuk daerah konflik? Bagaimana caranya pemerintah meraih kepercayaan rakyat kembali? Bagaimana Uni Eropa dapat mendukung realisasi solusi damai? Pertanyaan-pertanyaan tersebut melandasi diskusi intensif di Parlamen Eropa antara anggota parlamen dan pengamat UE, wakil NGO Indonesia dan Eropa, wakil gereja dan wakil kedutaan Indonesia. Acara yang terselenggara atas undangan anggota parlamen UE, Matti Wuori, dan Finland NGO Committee of 100 didukung oleh golongan partai hijau /European Free Alliance, golongan liberal Eropa, dan partai reformis (ELDR). Dari NGO yang hadir wakil dari Tapol (Inggris), Watch Indonesia! (Jerman) dan European Liaison Office of the International NGO Forum on Indonesian Development INFID (Brussel).
Anitti Turunen dari UE Policy Unit menjelaskan politik UE terhadap Indonesia. Kekhawatiran UE tidak hanya terbatas pada terhambatnya proses transisi di Indonesia yang berlanjut dengan agak susah, namun ditakutkan bahwa situasi tidak terkontrol dapat membuka peluang bagi kelompok islam radikal ataupun militer mengambil alih kekuasaan. Pelanggaran HAM dimana-mana masih cenderung diselesaikan melalui cara militer, dan bukannya melalui jalan politik. Reformasi militer dan kepolisian dinilai penting untuk konsolidasi demokrasi. Tom Roe, ketua bidang Timor Timor dan Indonesia di Komisi Eropa, memperkenalkan strategi UE untuk Indonesia untuk tahun 2002-2006. Titik berat ditetapkan di dua program, yaitu „good governance” (pemerintahan yang baik) dan „sustainable management of natural ressources“ (managemen sumber daya alam secara berkelanjutan). Dalam program „good governance“ UE memberikan bantuan teknis dan pelatihan di sektor hukum, di bidang administrasi umum (administrasi anggaran pendapatan dan belanja) dan kesehatan, serta cara-cara penanggulangan kemiskinan. Dalam Program „sustainable management of natural ressources“ dukungan UE berupa pemberian dana.
Perhatian UE pada Indonesia dan Timor Timur selama ini terlihat pada besarnya jumlah resolusi parlamen UE. Anggota parlamen UE asal Irlandia, Patricia McKenna, menyebutkan beberapa resolusi yang dikeluarkan UE tahun lalu, yang khususnya berisi pernyataan sikap UE terhadap pelanggaran HAM. Patricia McKenna menganggap penting untuk memberikan perhatian lebih besar terhadap soal bantuan kemanusiaan untuk pengungsi, konflik senjata berkelanjutan, dominasi militer dalam dunia politik dan dukungan memperluas pengaruh organisasi HAM maupun Komnas HAM di Indonesia.
Pihak NGO kurang puas dengan keterangan kerja anggota delegasi UE. Keikutsertaan UE dalam menggalang program dan proyek dan pernyataan sikap maupun himbauan UE terhadap Indonesia dinilai masih kurang. Umpamanya, UE tidak memberikan dukungan konkret dalam menangani pelanggaran HAM ataupun mengusulkan suatu solusi politik. Visi politik UE dinilai minimal dan pasif. Rafendi Djamin dari Indonesian Forum for Human Dignity (INFOHD) berpendapat, pernyataan dan himbauan UE kurang mempunyai kekuatan politik aktif. Kritiknya juga ditujukan pada komisi HAM PBB yang menyambut hangat terbentuknya pengadilan ad hoc HAM di Jakarta. Padahal OHCHR telah menolak kerja sama dengan pengadilan ad hoc HAM di Jakarta karena kerjanya banyak sekali menunjukkan kekurangan. Hal ini akan membebani sistem hukum internasional dan pembangunan sistem peradilan mandiri di Indonesia. „Standar hukum yang ditetapkan pengadilan ad hoc sekarang ini akan menyibukkan kita di waktu sepuluh tahun mendatang”, kata Rafendi. Rencana mengadili pelaku pelanggaran HAM di Indonesia dan Papua sesuai dengan standar hukum internasional kini terlihat semakin sulit direalisasikan.
Patricia McKenna mengingatkan, proses transformasi di Indonesia tidak boleh dijadikan dalih untuk ketidakseriusan kerja tribunal. Ia menjanjikan, akan berusaha sejauh mungkin menjamin pekerjaan tribunal yang baik dan benar, serta berniat mengangkat tema tersebut dalam pembicaraannya selama melakukan kunjungan kerja ke Indonesia sebagai anggota sebuah rombongan UE. Menurut rencana program perjalanan rombongan UE tersebut juga ada pembicaraan meja bundar dengan wakil-wakil ornop HAM dan organisasi perempuan. Namun ia mengakui belum mengetahui ornop mana yang diundang untuk pembicaraan itu, dan kira-kira apa yang mereka inginkan. Rutin sehari-hari seorang anggota Parlamen Eropa?
Tom Roe menampik kritik yang ditujukan pada politik UE: Jose Ramos-Horta yang baru saja berkunjung ke sana memuji politik UE dan menekankan betapa penting dan berharganya dukungan politik UE selama bertahun-tahun, ujarnya. Moderator acara Alex Flor dari Watch Indonesia! menyatakan ketidaksetujuannya. Ia mengingatkan bahwa pandangan Ramos-Horta sebelum menjadi menteri luar negri sangat berbeda dari sekarang. Tom Roe menerima penjelasan Alex. Patricia McKenna akhirnya merangkum, bahwa tanpa desakan NGO yang tak henti-hentinya Timor Timur tidak akan pernah menjadi tema di UE. Timor Timur adalah bukti kesuksesan NGO dan bukannya negara-negara UE.
http://www.sadankomitea.org/indonesia
Keterangan pers konperensi
yang ditujukan pada Paris Club, dan naskah konperensi: http://www.infid.be/conference.html
Ulasan Laporan Konperensi
Internasional dalam bhs. jerman „Alternative Lösungen für Indonesiens
Auslandschulden“, „Der Patient braucht dringend eine Operation“, Peter
Lanzet (EED) http://www.epo.de/specials/eed_indonesien_020409.html
Pembicaraan antara wakil-wakil
gereja Kristen Protestan, gereja Katolik, kedua organisasi Islam terbesar
di Indonesia dan Menteri Agama Said Aqil Munawar, oleh Tulaar dinilai positif.
Dalam kesempatan itu semua pihak menyampaikan harapannya agar konflik Timur
Tengah tidak menjadi pemicu konflik antar agama di Indonesia. Konflik Timur
Tengah bukan perang agama melainkan digerakkan oleh kepentingan politik.
Persatuan Gereja Indonesia (PGI) telah melontarkan kritiknya yang tajam
terhadap politik pemerintah Israel dalam suatu konperensi pers, ujar Tulaar.
Wakil-wakil gereja berpendapat, pemerintah Israel sebenarnya mampu mengambil
langkah efektif yang dapat menyudahi aksi kekerasan demi tercapainya perdamaian.
http://www.ems-online.org/_texte/aktuell/AktPMIndoNao4-02.htm
Bulan November tahun lalu,
PGI telah menekankan perlunya Indonesia mendapat keringanan hutang bersyarat.
Pemerintah Indonesia harus memerangi korupsi secara efektif serta tidak
pilih-pilih dalam mengadili mantan politisi dan pengusaha. Dalam position
paper yang sama, PGI menilai kelalaian manajemen utang sebagai kartu mati
bagi perekonomian dan otomatis bagi Indonesia. PGI karena itu melihat perlunya
mendukung usaha pengusutan dan pemerangan penyalahgunaan kredit.
EMS aktif terlibat dalam
kampanye pengurangan hutang „erlassjahr.de - Entwicklung braucht Entschuldung
(Pemberdayaan butuh Keringanan Hutang)“ yang merencanakan aksi protes tanggal
8 April di Paris.
Keterangan Pers lengkap: http://www.ems-online.org/_texte/aktuell/AktPMPGI3-02.htm
Utang Luar Negeri Indonesia
dan Tanggungjawab Moral PGI/Gereja; Sebuah Position Paper untuk Penentuan
Sikap: http://www.ems-online.org/_texte/aktuell/AktAsPGI3-02.htm
Timor Timur sebagai negara
muda yang mulai tanggal 20 Mai menjalani masa kemerdekaannya secara penuh
tetap memerlukan dukungan negara internasional. Tidak boleh dilupakan pula
segala tindakan tidak berperikemanusiaan yang dilakukan kelompok milisi
dibawah dukungan TNI di tahun 1999. Oleh karena itu, SPD akan mengikuti
dengan cermat jalannya pengadilan HAM di Timor Timur dan Jakarta, ujar
Neuman.
http://www.spdfraktion.de/perl/dbdoc?category=presse&subcat=aktuell&id=26952&type=prm&locator=/presse/xx
Dalam kata sambutannya, baik wakil duta besar RI di Jerman Dr. Suharsono maupun ketua delegasi JBG Drs. Hari Sandjojo mengeluhkan pemberitaan media massa Jerman maupun Indonesia kini yang terlampau menjelek-jelekkan Indonesia. Hal ini menurut mereka mempersulit usaha menarik investor dan memajukan perekonomian. Padahal di masa krisis sekarang ini, Indonesia justru sangat mengharapkan kerja sama ekonomi yang menguntungkan. Suharsono meminta dengan sangat supaya pemberitaan di media massa disesuaikan dengan realitas yang ada. Indonesia tetap teguh memajukan proses demokrasi, menjamin terjaganya HAM dan mengusahakan reformasi militer. Dalam kata penutupnya, Sandjojo secara khusus mengundang investor Jerman untuk cepat memakai kesempatan yang ada di Jakarta, sebelum diambil oleh pihak lain.
Tayangan presentasi multimedia yang bertujuan menunjukkan sisi manis kota Jakarta sayangnya mengalami gangguan teknis. Selanjutanya, Ibu Saptiastri menyebutkan beberapa permasalahan yang dihadapi Jakarta, khususnya soal tingginya pencemaran lingkungan hidup yang disebabkan oleh padatnya jumlah penduduk dan infrastruktur urban yang tidak memadai. Khususnya dalam bidang yang disebutkan di bawah ini investasi sangatlah bermanfaat dan diperlukan: penyaluran limbah dan pencegahan banjir, transportasi umum dan soal pembuangan sampah. Untuk hal pariwisata daerah Jakarta yang dimajukan adalah daerah Kota, pelabuhan Sunda Kelapa dan Kepulauan Seribu.
Dalam diskusi akhir, mantan
dubes Jerman untuk Indonesia Bpk. Seemann mengingatkan bahwa image Indonesia
di media massa memang tidak baik. Perubahan, menurutnya, hanyalah dapat
dicapai dengan bantuan pemerintah Indonesia. Banyak pihak yang pada dasarnya
tertarik melakukan investasi di Indonesia, namun pemerintah Indonesia masih
kurang konkret dan sungguh-sungguh menunjukkan inisiatifnya.
Tanggal 14 April sebanyak 1.817 pemantau pemilu nasional dan 375 internasional ditempatkan di setiap tempat pemungutan suara di seluruh Timor Timur. Mereka mengantar perjalanan kotak suara, mengikuti secara langsung penghitungan suara dan menilai pemilu sesuai dengan kriteria demokratis. Dibandingkan dengan pemilihan anggota konstituante tahun lalu, jumlah pemantau pemilu naik sekitar 33%. Hal ini disebabkan oleh bertambahnya perhatian penduduk Timor Timur untuk ikut aktif dalam mengamati jalannya pemungutan suara. Nick Selsey, koordinator pemantau dari United Nations Development Programme (UNDP), menilai positif: „Perhatian masyarakat luas menunjukkan, bahwa demokrasi mulai berakar, ia merefleksikan kesadaran nasional dan meningkatnya rasa tanggung jawab warga.“ Hampir semua pemberitaan para pemanatau pemilu menilai positif keikutsertaan rakyat Timor Timur yang damai dan tertib.
Walaupun demikian, masih ada hal-hal tertentu yang masih dapat diperbaiki untuk pemilu mendatang. Umpamanya masih ada pemberi suara yang lupa membawa keluar kertas suaranya dari kabin atau membawa pulang kertas suara dengan gambar calon yang disukai mereka sehingga suaranya tidak bisa dihitung lagi.
Sekitar 650 penduduk Timor
Timur dilibatkan menjadi pemantau pemilu. Mereka dan pemanatau internasional
mendapat arahan oleh UNDP. UNDP untuk itu menyediakan unsur-unsur seperti
jaket dan topi sebagai tanda pengenal, dan juga ruangan, di mana setiap
kelompok kerja dapat menyelesaikan laporannya ataupun mendapatkan dokumen
dan informasi yang diperlukan. Tugas UNDP selain menyiapkan unsur-unsur,
tempat dan pengarahan bagi pemantau pemilu juga harus menyebarkan informasi
bagi masyarakat umum. Material tersebut beserta sejumlah besar dokumen
resmi dan keterangan pers, serta laporan pemantau pemilu nasional dan internasional
dapat dibaca di:
http://www.undp.east-timor.org
(Election 2002, Electoral Observer Groups Final Reports 2002).
Program UNDP dalam mendukung
jalannya pemilihan presiden dibiayai secara bilateral oleh 14 pemerintahan,
diantaranya juga UE. Informasi mengenai pemilu dan konstitutante dan juga
berita politik aktual harian dapat dibaca di situs East Timor Election
Website dari Asia Foundation:
http://www.easttimorelections.org/
Dalam UNDP Electoral Support
Centre juga ikut 40 pemantau dari UE. Kepala pemantau pemilu delegasi UE,
John Bowis, MEP, sangat terkesan atas jalannya pemilihan suara. Ia memberikan
selamatnya kepada penduduk Timor Timur karena ketertiban mereka yang terpuji
dan juga kepada pemantau pemilu orang Timor Timur yang melakukan kerjanya
dengan sungguh-sungguh. Ia mengutarakan rasa percayanya yang penuh terhadap
jalannya peristiwa, ujarnya dalam keterangan pers. Informasi-informasi
sehubungan dengan kerja pemantau pemilu dari UE dapat dibaca di situs:
http://www.Eueom.org/easttimor2002.htm
Kelompok International Federation
for East Timor (IFET) yang tediri dari 13 anggota internasional dan 10
anggota Timor Timur memantau jalannya pemilu di penjara di Gleno dan mereka
juga mengunjungi tempat pemungutan suara di tujuh distrik. Di mata mereka,
jalannya pemilu sangat profesional, bebas serta jujur. IFET juga memuji
kerja asisten pemilu orang Timor Timur yang memegang tanggung jawab penuh
di tempat pemungutan suara. IFET menyesalkan bahwa di tiga ibukota distrik
yang dikunjungi masih terlihat staf internasional yang menentukan jalannya
pemilihan umum. Penduduk dinilai telah mengerti dengan baik sekali arti
dan jalannya pemilu, walaupun hal ini berbeda dengan pengertian mereka
akan tugas dan kewajiban serta kemungkinan seorang presiden Timor Timur
untuk ikut terlibat secara aktif dalam politik.
Didalamnya dapat ditemui uraian lengkap kasus-kasus pelanggaran HAM berat yang diusut di pengadilan khusus di Dili. Kesemuanya dilengkapi dengan daftar sidang lengkap berisi waktu dan kasus. Secara keseluruhan ada 39 kasus yang dapat dibaca. Umpamanya, kasus dakwaan terhadap Joao Fernandes dan Julio Fernandes, keduanya anggota milisi dengan tuduhan pembunuhan. Semua hukum internasional dan nasional yang relevan, aturan dan konvensi (UNO, UNTAET, Timor Timur, Indonesia) dan tulisan dari NGO lainnya seperti amnesty international (inggris/indonesia), Yayasan HAK dan ELSAM dapat dibaca.
Dalam bentuk yang sama, JSMP
menawarkan informasi menyeluruh mengenai proses pengadilan ad hoc HAM di
Jakarta dengan referensi aturan hukum Indonesia untuk pengadilan ad hoc
HAM lainnya ataupun ke hukum perlindungan saksi, dengan komentar penting
dilampiri foto langsung dari ruang sidang. Selain itu, pemberitaan media
massa dan cuplikan koran mulai dari tahun 2001 yang isinya berhubungan
dengan sidang di Jakarta dan di Dili. Homepage juga berisi link ke situs
Solidamor dan kantor Jaksa Agung di Dili, Komnas HAM dan Departemen Hukum
dan HAM serta beberapa ornop internasional yang relevan. Ada pula link
ke pengadilan kasus Ruanda dan mantan Yugoslawia. Pengamatan sidang pengadilan
di Timor Timur dan Indonesia juga dihubungkan dengan usaha pengadaan pengadilan
internasional untuk Timor Timur. Isi situs ini sangat kritis, pembaca umpamanya
dapat membuat gambaran berisi alasan-alasan yang ada, mengapa para jaksa
Indonesia memberikan vonis bebas terhadap pembunuh-pembunuh yang jelas
bersalah berdasarkan bukti-bukti kuat dan uraian saksi mata, mengapa polisi
Indonesia menolak mentah-mentah menbawa ke depan pengadilan anggota milisi
yang jelas bersalah maupun yang telah didakwa secara in absentia, mengapa
sistem peradilan dan Unit Kejahatan Berat (SCIU) hanya memiliki kemungkinan
terbatas, dan mengapa statemen Kofi Annan yang terakhir tidak berisi lagi
tuntutan untuk mengadili kejahatan HAM berat. Situs JSMP masih berisi hal
lain daripada pemberitaan kritis tentang sidang pengadilan di Dili dan
Jakarta, dan karenanya adalah batu landasan yang penting dalam membangun
sistem peradilan internasional. JSMP juga menyediakan milis bagi mereka
yang ingin lebih dari sekedar membaca berita. Pendaftaran milis dapat dilakukan
melalui:
subscribe@jsmp.minihub.org
Penduduk Poso maupun Maluku
berpendapat bahwa mereka sanggup menyelesaikan konflik dan juga memulai
proses rekonsiliasi jika saja pemerintah mampu menarik keluar Laskar Jihad
maupun Laskar Mujahidin dan provokateur asing lainnya dari wilayah mereka.
Jubilee menilai, kampanye Laskar Jihad tidak hanya membuktikan organisasi
yang rapih tapi juga pendanaan yang kuat, dengan satu-satunya tujuan, yaitu
membuat keadaan di daerah tersebut tidak stabil. Bukti lainnya menunjuk
pada kerja sama antara Laskar Jihad dengan tentara Indonesia.
Laporan berisi foto dan
peta daerah yang memberikan gambaran tentang situasi di Poso dan Maluku.
Namun laporan juga terkesan berat sebelah. Jubilee rupanya tidak berhasil
berbicara dengan pemimpin umat Muslim. Dan aksi kekerasan yang dilancarkan
oleh milisi Kristen juga tidak disinggung. Kelihatannya, setelah perjanjian
Malino kedua belah pihak, baik Muslim maupun Kristen, sepakat menuduh Laskar
Jihad sebagai agitator.
http://www.jubileecampaign.org/docs/IndoReportJan2002-ES.html
| Zurück zur Hauptseite | Watch Indonesia! e.V. | Back to Mainpage |