gemeinsamePresseerklaerung

Delegasi NGO HAM internasional mengunjungi Aceh

28 September 2000

Keterangan Pers Delegasi Internasional NGO HAM

Jafar Siddiq

Jafar Siddiq

“Pembunuhan yang terjadi terhadap tokoh-tokoh non-partisan Aceh yang dihormati seperti Jafar Siddiq dan Prof. Safwan Idris menyebabkan elemen-elemen masyarakat termasuk pekerja HAM dan kemanusiaan merasa ketakutan, sehingga mengakibatkan mereka tidak bisa melanjutkan pekerjaan mereka,” ujar Dr. Karim Crow, Direktur Islamic Peace Forum, Kuala Lumpur. Crow mengambil bagian dalam Delegasi Internasional NGO HAM yang secara spontan berkunjung ke Aceh minggu silam.

Proses pengelompokan yang disebabkan oleh konflik kekerasan telah menyisakan ruang yang sangat kecil untuk masyarakat sipil. “Samasekali tidak mungkin untuk bersikap netral di Aceh, setiap orang dengan terpaksa harus memihak salah satu pihak yang terlibat konflik,” cerita seorang aktifis HAM di Banda Aceh kepada Delegasi Internasional NGO HAM di Banda Aceh. Dalam keadaan seperti ini organisasi HAM, pekerja kemanusiaan, dan ribuan pengungsi menghadapi banyak kesulitan untuk tidak terlibat dalam konflik itu sendiri.

Jeda Kemanusiaan yang berakhir pada 2 September 2000 tadi gagal untuk meningkatkan keamanan buat pekerja HAM. Dua organisasi bantuan kemanusiaan internasional sudah menghentikan kegiatannya untuk sementara karena tidak ada jaminan keamanan untuk mereka dan staf mereka di Aceh. Tetapi bagaimanapun juga harus dimengerti bahwa tidak ada alternatif lain selain Jeda Kemanusiaan.

“Kami menyambut baik bahwa Jeda Kemanusiaan dilanjutkan sebab ini merupakan langkah pertama yang sangat mendasar untuk menuju penyelesaian di Aceh yang adil dan damai. Bagaimanapun juga kami melihat kekecewaan masyarakat Aceh atas Jeda Kemanusiaan sebab tidak ada peningkatan keamanan bagi mereka dan tujuan Jeda Kemanusiaan untuk memberi bantuan kemanusiaan juga tidak tercapai, antara lain disebabkan kurangnya dukungan keuangan internasional yang diluar dugaan,” kata Michael Beer, Direktur Nonviolence International (USA).

“Semakin memburuknya situasi di Aceh disebabkan juga oleh lemahnya penerapan prosedur hukum dan profesionalisme aparat kepolisian dalam mengungkap kasus-kasus yang terjadi di Aceh, sehingga pelaku tindak kekerasan tidak dapat terungkap dan korban pelanggaran hukum dan pelanggaran HAM semakin bertambah. Oleh karena itu untuk mencegah jatuhnya korban lebih banyak khususnya di masyarakat sipil, polisi harus bekerja sesuai dengan prosedur dan ketentuan hukum yang berlaku. Untuk kasus Jafar Siddiq kepolisian harus bekerja sungguh-sungguh dan ekstra-keras karena kasus ini menimpa pekerja HAM yang mendapat perhatian internasional, sehingga terungkapnya kasus ini dapat menjadi tolok ukur keberhasilan kepolisian dalam mengungkap kejahatan-kejahatan di tanah air,” ujar A.H. Semendawai SH, Koordinator Bid. Pelayanan Hukum ELSAM, Jakarta.

“Saya yakin bahwa tidak ada aspirasi masyarakat Aceh yang lebih kuat daripada keinginan mereka untuk hidup dalam keadaan damai dan adil,” tegas Alex Flor dari Watch Indonesia! (Jerman).

Atas dasar tersebut di atas, kami Delegasi Internasional NGO HAM ini, merekomendasikan supaya :

  • Pemerintah memberikan jaminan keamanan dan perlindungan kepada Pekerja Kemanusiaan khususnya dan Masyarakat Aceh pada umumnya.
  • Organisasi HAM, Pekerja Kemanusiaan, dan Pengungsi tidak dijadikan alat politik oleh ke dua belah pihak,
  • Dunia internasional memberikan bantuan kemanusiaan dan bantuan ekonomi untuk masyarakat Aceh, sebagai pelaksanaan dari kesepakatan Jeda Kemanusiaan sehingga masyarakat Aceh terhindar dari krisis ekonomi yang berkepanjangan.
  • Pemerintah mengizinkan organisasi-organisasi internasional yang akan melakukan bantuan kemanusiaan di Aceh.
  • Kepolisian harus menerapkan prosedur hukum dan menjunjung tinggi hukum secara profesional dalam menangani kasus kekerasan di Aceh.

Delegasi Internasional NGO HAM terdiri dari perwakilan organisasi-organisasi HAM di empat negara yang mengunjungi Aceh dari 19 September s/d 26 September 2000. Misinya adalah pertama menyampaikan bela sungkawa kepada keluarga dan teman-teman dari sahabat dan teman kerja kami Jafar Siddiq Hamzah. Kedua, delegasi ini juga memberi penilaian terhadap situasi sekarang dan meningkatnya pelanggaran HAM di Aceh dan terhadap orang Aceh. Ketiga, Menarik perhatian internasional yang dibutuhkan untuk kelanjutan investigasi yang terbuka atas kematian Jafar Siddiq dan empat mayat yang ditemui bersama jenazahnya pada 3 September 2000 serta ratusan orang lainnya yang hilang dan dibunuh selama tahun terakhir ini di Aceh. Kami berpendirian bahwa ini merupakan cara yang sederhana untuk menghormati dan mengingat Jafar Siddiq sambil mengambil suatu langkah kecil untuk mewujudkan keadilan di Aceh.

Untuk informasi lebih lanjut hubungi:

Ifdhal Kasim, SH Direktur ELSAM Telp. 021-7972662, 79192564
AH Semendawai, SH Koord Pelayanan Hukum ELSAM Telp. 021-7972662, 79192564

Print Friendly, PDF & Email

Tags: , , , , ,


Share
UA-74856012-1