Kunjungan SBY ke Jerman diharapkan tak semata bahas militer

Merdeka.com, 04 Maret 2013

http://www.merdeka.com/peristiwa/kunjungan-sby-ke-jerman-diharapkan-tak-semata-bahas-militer.html 

Penulis: Titis Widyatmoko

merdeka.com-logoHubungan bilateral Jerman-Indonesia harus mengutamakan kepentingan perbaikan masa depan rakyat dan lingkungan hidup Indonesia, bukan semata-mata kepentingan ekonomi dan militer. Demikian harapan dari LSM Jerman, Watch Indonesia!

“Kami menyambut baik meningkatnya hubungan bilateral kedua negara. Namun, kami mendesak agar hubungan tersebut menempatkan perbaikan masa depan rakyat dan lingkungan hidup di Indonesia sebagai yang utama, Bukan semata-mata kepentingan ekonomi dan militer,” demikian rilis Watch Indonesia! yang diterima merdeka.com, Senin (4/3).

Presiden SBY, Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa, dan beberapa pejabat pemerintah Indonesia lainnya tiba di Jerman hari ini dalam rangka kunjungan kenegaraan. Selain memenuhi undangan Presiden Jerman, Joachim Gauck, Presiden SBY dan delegasinya juga akan menemui Kanselir Angela Merkel, Menteri Luar Negeri Guido Westerwelle, dan Menteri Perekonomian Philipp Roesler.

Menurut Watch Indonesia!, pada tahun-tahun sebelumnya hubungan bilateral Jerman dan Indonesia cukup dingin dan tidak terlalu baik. Hal ini diawali dengan kekecewaan Presiden SBY atas keputusan Uni Eropa yang melarang maskapai penerbangan Garuda Indonesia terbang ke negara-negara Uni Eropa karena isu standar keamanan. Selain itu, muncul juga kesan bahwa di kawasan Asia Jerman lebih menitikberatkan kepentingan ekonominya di China, sementara Indonesia, sebagai salah satu anggota G-20, hanya mendapatkan sedikit perhatian dari Jerman.

Lebih lanjut, dalam perjalanannya menuju Konferensi Perubahan Iklim di Kopenhagen tahun 2009, Presiden SBY menyempatkan diri untuk melakukan kunjungan singkat di Jerman. “Hasilnya sangat mengecewakan: tidak ada satu pun media cetak Jerman yang memberitakan kunjungan tersebut. Satu-satunya bukti kunjungan Presiden SBY adalah video konferensi pers dengan Kanselir Merkel yang hanya dimuat di website kantor kanselir Jerman. Terlihat sangat jelas bahwa masing-masing pihak tidak memiliki agenda untuk dibicarakan bersama,” demikian menurut Watch Indonesia!

Situasi lainnya adalah kunjungan Menlu Westerwelle ke Asia Tenggara di tahun 2011. pemerintah Indonesia secara mendadak membatalkan kunjungan Westerwelle. Sumber resmi menyebutkan, pihak pemerintah Indonesia kesulitan menemukan jadwal.

Kebekuan hubungan tersebut berbalik beberapa bulan belakangan ini. Hubungan bilateral kedua negara berangsur-angsur membaik dan bersemi kembali. Membaiknya hubungan tersebut juga diperkuat dengan kesediaan pemerintah Jerman untuk menyetujui ekspor 103 tank Leopard ke Indonesia melalui perusahaan Rheinmetall. Sebelumnya parlemen negara Belanda menolak permintaan yang sama dari pemerintah Indonesia dengan alasan situasi hak asasi manusia di Papua.

Bulan Juli 2012 Kanselir Angela Merkel berkunjung ke Jakarta dan menandatangani ‘Deklarasi Jakarta’, sebuah perjanjian bilateral mengenai kerja sama kedua negara. Berselang beberapa bulan, tepatnya Januari 2013 Menteri Pembangunan Dirk Niebel melawat Indonesia.

Sebulan setelahnya Menlu Westerwelle juga datang ke Indonesia dan singgah di Solo dan Jakarta. Kunjungan Westerwelle sayangnya harus dipersingkat karena wafatnya salah satu anggota keluarganya.

Sampai saat ini belum ada informasi yang jelas mengenai agenda pertemuan para menteri dan kepala negara di Berlin. Yang pasti kedua belah pihak akan memperdalam kerja sama yang tertera dalam Deklarasi Jakarta, khususnya mengenai jual-beli senjata dan juga rencana dukungan Jerman untuk memperkuat dan mempersiapkan pasukan militer Indonesia menjadi pasukan penjaga perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
[tts]

Print Friendly

Tags: , , , , , , , , , , ,


Share

Aksi!


Hutan Hujan Bukan Minyak Sawit



Petisi


Acara mendatang

Menyusul kami



UA-74856012-1